mata menangkap, kepala mengartikan, hati memaknai … buka mata hati untuk silaunya dunia
Sebuah kaos putih milikku yang mulai lusuh dengan logo panitia “Gebyar Musik FT 94”, samar-samar masih terlihat coretan dengan spidol hitam sejumlah tulisan yang masih bisa terbaca: Andra, Ari Lasso, Rere, cuman itu yang terbaca, padahal sebelumnya disitu juga tertulis: Dhani dan Erwin. Kaos dengan sejumlah kenangan itu akhirnya sekarang cuman jadi keset depan kamar mandi belakang. Ketika kemudian kaos tersebut aku cuci bersamaan membangkitkan memori yang menyertai kaos tersebut J
Ya, saat kuliah di FTUB kesempatan pertama menjadi panitia (EO) kegiatan musik, tidak tanggung2 saat itu langsung mengundang grup band Dewa-19 yang baru mulai menanjak di blantika musik Indonesia. Kedekatan Salies dengan manajemen dan anak-anak Dewa yang alumni SMA 5 Surabaya membuat kita bisa mengundang Dewa-19 dengan bayaran (hanya) 4,75 juta rupiah. Saat itu aku menjadi koordinator publikasi dan terlibat juga menangani ticketing bareng Waskito. Dengan didukung oleh Sampoerna, promosi kegiatan terbilang cukup sukses, buktinya terlihat dari jumlah penonton di GOR Pulosari (sekarang jadi HERO) yang melebihi kapasitas, bahkan kita terpaksa menjual tiket-tiket cadangan karena semua tiket yang resmi dijual sudah sold-out! Seru juga waktu itu, bisa tau cara kerja para calo, kenal dengan calo yang namanya pak Paiman, Suyono, dll, yang harus titip KTP supaya dibolehkan menjual tiket diluar loket. Dan sebagai sie publikasi jadi sering ke stasiun radio untuk promosi dan kerjasama, bahkan pernah sekali aku dan Rudi Mesin (ketua panitia) diwawancarai khusus oleh radio Makobu.
Pengalaman paling seru tentunya ketika ketemu dengan anak-anak Dewa di belakang panggung, biasalah, minta tanda tangan dan foto-foto (tapi sampai sekarang gak punya arsip foto-foto nya euy, siapa yah yang nyimpen?). Yang paling keinget adalah bahwa anak-anak band itu harum-harum banget, pake parfum mahal kali ye J Sempat juga kagok waktu disapa Erwin: “kayaknya pernah kenal dimana ya?”. Walah gak salah orang mas? Hehe.. Waktu itu juga ada si Maya Estianty (RATU) tapi jaman itu siapa dia hehehe..
Pengalaman pertama menjadi EO itu kemudian berlanjut juga tahun-tahun berikut. Tercatat beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan kegiatan musik yang mengundang sejumlah artis ibukota diantaranya: Netral, Fathur, Gigi, dan KLA Project.
Lumayan jadi bisa ngumpulin tanda tangan Netral dan Fathur juga, hehe. Pernah juga dapet tanda tangan grup SURFACE waktu mereka konser di Kartika Graha Malang
Cerita soal koleksi tanda tangan, (halah.. norak gak ya?) kalau diinget-inget, dulu waktu SMA pernah dapet tanda tangan Nike Ardilla, Anci Larici (ada yang tau siapa dia? hehe) dan Anggun C Sasmi!. Koleksi tanda tangan Anggun ini mungkin yang paling keren soalnya sekarang kan dia jadi artis internasional bo..! Proses dapetnya juga rada maksa dikit, waktu itu Anggun tampil di sebuah acara yang disponsori PMI di Jayapura. Dan dengan sedikit usaha, tanpa perlu membeli tiket, cukup dengan ngaku2 anggota PMI (dengan menunjukan Kartu Anggota PMI) pada petugas penjaga pintu masuk, akhirnya lolos deh J waktu itu masuk dengan cara itu bareng Priadi teman PMR dan SMA 2. Sampai di dalam gedung langsung aja ke belakang panggung ke tempat artis, walaupun dijaga, sempat2in ketemu Cunding teman Sanggar Charitas yang ikutan jadi panitia untuk ngasih buku kecil buat minta tanda tangan Anggun dan saat itu juga ada Anci La Rici, penyani reagge yang justru ngetop dengan lagu daerah Bugis.
Itu semua kenangan dulu waktu SMA dan Kuliah, nah setelah lulus kuliah, bahkan setelah berprofesi pengajar seperti sekarang, noraknya gak ilang, hehe, masih sempat ketemu, salaman dan minta tanda tangan atau foto bareng: ANDI /rif (waktu ketemu di kawinan sodara, soalnya Andi waktu itu pacaran ama Debby sepupu ku); RICKY YAKOBI (mantan striker Timnas, idola ku jaman itu, waktu abis tanding tim mantan Timnas lawan Persib di Bandung); DEWI LESTARI (waktu launching buku Supernova-2 di GAMA Malang); Ibu EILEEN RACHMAN (kalau ini mah karena dikasih buku nya dan tanda tangan deal project utk bikin web Experd J ); KURNIAWAN DWI JULIANTO dan GENDUT DONI (ketika barengan satu pesawat dari SBY-JKT) dan yang terbaru adalah tanda tangan IVAN KOLEV (pelatih Timnas Indonesia Piala Asia 2007) dan RICARDO SALAMPESSY (Pemain Timnas Indonesia Piala Asia 2007) yang ditulis di kaos bola no 7 Timnas Jerman, dapetnya waktu menyaksikan latihan timnas di lapangan timnas Senayan menjelang piala Asia Juli 2007 lalu. Selain itu siapa lagi ya??
Kalau diingat-ingat sih rada-rada norak juga, tapi ya seru-seru aja. Saat ini sih masih panasaran kali aja bisa ketemu langsung dan minta tanda tangan pemain liga-liga Eropa, dan off course my idol: DAVID BECKHAM & INZAGHI. Mungkin nanti bisa ketemu ketika aku berada di sebuah kota di Eropa untuk studi lanjut, semoga, doakan ya, amin J