mata menangkap, kepala mengartikan, hati memaknai … buka mata hati untuk silaunya dunia
berikut ini adalah tulisan saya beberapa waktu lalu yg terinspirasi cerita2 dari dosen2 di ruang lobby jurusan. Just for fun..
MATI KETAWA CARA DTE
Dasar Teknik Elektro (DTE) adalah salah satu mata kuliah di teknik elektro unibraw yang kebetulan menjadi “momok” bagi para mahasiswa. Tercatat lebih dari 50% mahasiswa harus menempuh kuliah ini lebih dari satu kali alias tidak lulus pada kesempatan pertama J Berikut kumpulan cerita-cerita lucu dan unik seputar kejadian yang berhubungan dengan DTE yang kami kumpulkan dari hasil sharing dengan dosen DTE maupun yang beredar di kalangan mahasiswa. Kumpulan cerita ini kami beri judul ‘MATI KETAWA CARA DTE’ yang merupakan bagian dari ‘MATI KETAWA CARA ELEKTRO-UB’.
SIAP MENTAL
Sudah merupakan kebiasaan pak Chairuzzaini setiap selesai ujian maka beliau akan menempelkan jawaban dari soal-soal ujian pada papan pengumuman. Kejadian lucu (dan memprihatinkan) ini terjadi ketika salah seorang mahasiswa peserta kuliah DTE mengetahui kalau pak Chairuz baru aja menempelkan jawaban tersebut. Mahasiswa tersebut sebut saja si Andi, segera menghampiri kerumunan teman-temannya yang sedang nongkrong sambil berseru: “rek, jawaban DTE wes dipasang lho!”
“Wah, iyo tha.nang endi dipasang?.” jawab temen-temennya serempak
“iku lho nang koco ruang kuliah ngarep” balas si Andi
tiba-tiba salah seorang temennya nyeletuk dengan nada yang pesimistis sambil nyengir dengan manyunnya: “wes siap tha ndhelok’e rek?”.
…
oalah ternyata melihat jawaban soal saja perlu persiapan mental, karena harus siap-siap (dan udah yakin sendiri sih) bahwa jawaban yang dipasang tersebut pasti berbeda dengan jawaban ujian yang dikerjakan mereka waktu ujian alias salah semua! J
JAGO MERUBAH SOAL
Kemampuan mahasiswa saat ini terkadang perlu diacungi jempol juga. Biasanya sih jawaban si mahasiswa yang salah atau kurang tepat dengan yang dimaksudkan pada soal. Tapi ada kejadian menarik yang ditemukan pada lembaran jawaban DTE salah satu mahasiswa. Dari gambar rangkaian pada soal yang digambarkan ulang pada lembar jawaban dan proses perhitungan yang dilakukan mahasiswa tersebut ternyata benar 100%, tetapi kok hasil akhirnya tidak sama dengan jawaban yang dipunyai dosen. Selidik punya selidik ternyata gambar rangkaian dan langkah penyelesaian yang dibuat sama persis dengan yang diminta pada soal ujian tetapi angka/nilai parameter yang ada pada soal tersebut tidak sama dengan yang dikerjakan mahasiswa tersebut pada lembar jawabannya. Ternyata si mahasiswa ini telah sukses merubah soal sesuai keinginannya tanpa sepengetahuan dan seijin dosennya.
Pak chairuz hanya bisa membathin: “Makanya dek kalo belajar itu jangan menghapal soal dan kunci jawabannya aja tapi pahami permasalahannya, lha gambar rangkaian pada soal latihan dan ujian sama tapi angkanya diganti, tapi kok bisa jawaban ujian sama dengan jawaban latihan. Soal ujiannya anda rubah sendiri jadi seperti soal latihan.?.”
…
Hehe.. itu namanya jago ngapalin soal dan kunci jawaban latihan pak..! Jadinya gak sadar kalo angka-angka pada latihan dan ujian berbeda J
KEPANJANGAN DTE
Mungkin karena selalu menjadi ‘momok’ bagi kebanyakan mahasiswa elektro, maka muncul guyonan tentang arti kepanjangan dari singkatan DTE yang berkembang di kalangan mahasiswa.
DTE = Diapa-apakno Tetep E (diapa-apain juga tetep dapet E)
DTE = Diulang yo Tetep E
DTE = D Tidak ya E (kalo gak dapet D ya dapet E)
mudah2n stori ttg DTE gak berlanjut…
Syaaaa…. hahahaha…..
Syaaaa…. hahahaha…..
jadi inget mengulang DTE empat kali
untung yang ke-empat sadar kalo nilai E bukan untuk diulang tapi untuk diperbaiki, dan akhirnya bisa juga dapet A ![]()
saya udah dapet C+ untuk ikut DTE pertama kali diajar ama pak choiruz….tapi saya ingin ikut DTE biar nilai agak bagus..tapi takut…kata temen2 seh nilainya jadi semakin susah sekarang…
gimana yach bapak???
mohon tuntunan dan sarannya
ya ampyun jayus tenan.. ,mungkin persamaannya ama di tempatku itu Dasar Dasar Filsafat or Dasar Lingusitik Umum.. kesannya remeh (soale anak sastra pasti ya gitu2 aja) tapi banyak mahasiswa yg kepeleset di sini.. lebih kepeleset dari pada harus belajar bhs asing ato ngapalin 100-150 kosakata dalam sehari hahaha