mata menangkap, kepala mengartikan, hati memaknai … buka mata hati untuk silaunya dunia
Rusia membuat kejutan besar di EURO 2008 dengan mengalahkan Belanda di perempat final dengan skor telak 3-1. Belanda yang tampil perkasa di penyisihan menjadi mati kutu menghadapi Rusia yang memainkan skema menyerang. Rusia memastikan 1 tempat di Semi final dengan menyingkirkan tim yang paling produktif dalam turnamen.
Salah satu pemain kunci Rusia tentu saja si nomor 10 Arshavin. Pemain dengan skill dan pergerakan yang sangat baik. Selain tentu saja permainan kolektif dan pelatih brilian Gus Hiddink. (Untuk Piala Dunia 2014 Indonesia mending pakai Gus satu ini aja!)
Rusia merupakan salah satu timnas dari sekian favorit saya. Sebenarnya tim jagoan saya berturut-turut adalah: ENGLAND, ITALY, GERMANY, SPAIN. Baru kemudian tim-tim kejutan dari negara kecil seperti TURKI dan RUSIA.
Satu hal yang menarik dan membuat saya membahas Rusia adalah karena mereka menggunakan kostum yang sangat mirip dengan kostum kebanggaan tim sepakbola Elektro’93 yang pernah berjaya di TEUB. Just take a look of it!
Sebuah kaos putih milikku yang mulai lusuh dengan logo panitia “Gebyar Musik FT 94”, samar-samar masih terlihat coretan dengan spidol hitam sejumlah tulisan yang masih bisa terbaca: Andra, Ari Lasso, Rere, cuman itu yang terbaca, padahal sebelumnya disitu juga tertulis: Dhani dan Erwin. Kaos dengan sejumlah kenangan itu akhirnya sekarang cuman jadi keset depan kamar mandi belakang. Ketika kemudian kaos tersebut aku cuci bersamaan membangkitkan memori yang menyertai kaos tersebut J
Ya, saat kuliah di FTUB kesempatan pertama menjadi panitia (EO) kegiatan musik, tidak tanggung2 saat itu langsung mengundang grup band Dewa-19 yang baru mulai menanjak di blantika musik Indonesia. Kedekatan Salies dengan manajemen dan anak-anak Dewa yang alumni SMA 5 Surabaya membuat kita bisa mengundang Dewa-19 dengan bayaran (hanya) 4,75 juta rupiah. Saat itu aku menjadi koordinator publikasi dan terlibat juga menangani ticketing bareng Waskito. Dengan didukung oleh Sampoerna, promosi kegiatan terbilang cukup sukses, buktinya terlihat dari jumlah penonton di GOR Pulosari (sekarang jadi HERO) yang melebihi kapasitas, bahkan kita terpaksa menjual tiket-tiket cadangan karena semua tiket yang resmi dijual sudah sold-out! Seru juga waktu itu, bisa tau cara kerja para calo, kenal dengan calo yang namanya pak Paiman, Suyono, dll, yang harus titip KTP supaya dibolehkan menjual tiket diluar loket. Dan sebagai sie publikasi jadi sering ke stasiun radio untuk promosi dan kerjasama, bahkan pernah sekali aku dan Rudi Mesin (ketua panitia) diwawancarai khusus oleh radio Makobu.
Pengalaman paling seru tentunya ketika ketemu dengan anak-anak Dewa di belakang panggung, biasalah, minta tanda tangan dan foto-foto (tapi sampai sekarang gak punya arsip foto-foto nya euy, siapa yah yang nyimpen?). Yang paling keinget adalah bahwa anak-anak band itu harum-harum banget, pake parfum mahal kali ye J Sempat juga kagok waktu disapa Erwin: “kayaknya pernah kenal dimana ya?”. Walah gak salah orang mas? Hehe.. Waktu itu juga ada si Maya Estianty (RATU) tapi jaman itu siapa dia hehehe..
Pengalaman pertama menjadi EO itu kemudian berlanjut juga tahun-tahun berikut. Tercatat beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan kegiatan musik yang mengundang sejumlah artis ibukota diantaranya: Netral, Fathur, Gigi, dan KLA Project.
Lumayan jadi bisa ngumpulin tanda tangan Netral dan Fathur juga, hehe. Pernah juga dapet tanda tangan grup SURFACE waktu mereka konser di Kartika Graha Malang
Cerita soal koleksi tanda tangan, (halah.. norak gak ya?) kalau diinget-inget, dulu waktu SMA pernah dapet tanda tangan Nike Ardilla, Anci Larici (ada yang tau siapa dia? hehe) dan Anggun C Sasmi!. Koleksi tanda tangan Anggun ini mungkin yang paling keren soalnya sekarang kan dia jadi artis internasional bo..! Proses dapetnya juga rada maksa dikit, waktu itu Anggun tampil di sebuah acara yang disponsori PMI di Jayapura. Dan dengan sedikit usaha, tanpa perlu membeli tiket, cukup dengan ngaku2 anggota PMI (dengan menunjukan Kartu Anggota PMI) pada petugas penjaga pintu masuk, akhirnya lolos deh J waktu itu masuk dengan cara itu bareng Priadi teman PMR dan SMA 2. Sampai di dalam gedung langsung aja ke belakang panggung ke tempat artis, walaupun dijaga, sempat2in ketemu Cunding teman Sanggar Charitas yang ikutan jadi panitia untuk ngasih buku kecil buat minta tanda tangan Anggun dan saat itu juga ada Anci La Rici, penyani reagge yang justru ngetop dengan lagu daerah Bugis.
Itu semua kenangan dulu waktu SMA dan Kuliah, nah setelah lulus kuliah, bahkan setelah berprofesi pengajar seperti sekarang, noraknya gak ilang, hehe, masih sempat ketemu, salaman dan minta tanda tangan atau foto bareng: ANDI /rif (waktu ketemu di kawinan sodara, soalnya Andi waktu itu pacaran ama Debby sepupu ku); RICKY YAKOBI (mantan striker Timnas, idola ku jaman itu, waktu abis tanding tim mantan Timnas lawan Persib di Bandung); DEWI LESTARI (waktu launching buku Supernova-2 di GAMA Malang); Ibu EILEEN RACHMAN (kalau ini mah karena dikasih buku nya dan tanda tangan deal project utk bikin web Experd J ); KURNIAWAN DWI JULIANTO dan GENDUT DONI (ketika barengan satu pesawat dari SBY-JKT) dan yang terbaru adalah tanda tangan IVAN KOLEV (pelatih Timnas Indonesia Piala Asia 2007) dan RICARDO SALAMPESSY (Pemain Timnas Indonesia Piala Asia 2007) yang ditulis di kaos bola no 7 Timnas Jerman, dapetnya waktu menyaksikan latihan timnas di lapangan timnas Senayan menjelang piala Asia Juli 2007 lalu. Selain itu siapa lagi ya??
Kalau diingat-ingat sih rada-rada norak juga, tapi ya seru-seru aja. Saat ini sih masih panasaran kali aja bisa ketemu langsung dan minta tanda tangan pemain liga-liga Eropa, dan off course my idol: DAVID BECKHAM & INZAGHI. Mungkin nanti bisa ketemu ketika aku berada di sebuah kota di Eropa untuk studi lanjut, semoga, doakan ya, amin J
Hari-hari serasa berlalu sangat cepat, setiap detik terasa sangat berarti, tak ada waktu tuk sejenak melemaskan otot-otot, menenangkan pikiran, rebahan santai sambil baca buku atau mendengarkan musik maupun menikmati acara TV…
Blog ini pun seperti terlupakan, padahal banyak hal penting yg telah terjadi dan luput untuk dituliskan disini, mulai dari kelahiran anak kedua, puasa, lebaran, sampai pindahan rumah, dan ngerjain proyek macem2..
Hope i’ll be back soon then to write it all again here.. promise
Sudah setahun belakangan ini aku amati, kampus kita ternyata semakin borju. Indikasinya terlihat dari banyaknya mobil yang parkir di parikiran Unibraw. Yang paling menonjol tentu saja di parkiran jalan antara teknik (mesin) dan fakultas hukum serta FIA. Wah kalo dulu jalannya kosong, sekarang separuh jalan penuh diisi mobil parkir. Hebatnya lagi sebagian besar mobil-mobil mewah yg harganya ratusan juta. Ditambah dengan pemilik mobil yg memiliki gaya dan fashion yang makin metropilis n ‘gaul’ (mudah2n bukan anak teknik tuh) jadilah kampus Unibraw sekarang jd kampus ‘gaul’ n ‘asik’.
Fenomena apakah ini? Masyarakat kita semakin makmur? Atau warga unibraw semakin sugih-sugih? (karena blon tentu juga yg bawa mobil itu hanya mahasiswa, bisa juga dosen atau karyawan kan? Yg jelas bukan orang iseng yg cuman numpang parkir disini kan) Ataukah ini membuktikan bahwa cuman anak-anak orang kaya aja yg bisa kuliah? Pendidikan makin mahal? Sehingga rakyat biasa yang tak punya uang tak bisa memperoleh pendidikan. Menarik juga kalo dijadiin topik penelitian. Mungkin adik2 mahasiswa ada yg tertarik meneliti fenomena ini?
Catatan lama tentang aktifitas menjadi pengurus majalah… di fordis elektro ada postingan ttg ruangan Quad yg mau diambil alih yg laen karena aktifitas pengurus Quad yg tidak ada.. sayang banget..
=================================================================
MAJALAH ‘QUAD’
Lembaga Penerbitan Majalah Ilmiah (LPMI) Quad adalah salah satu lembaga semi otonom di tingkat mhs jurusan TE-FTUB. Sejajar ama Workshop. dan sejak awal berdiri ada kebanggan organisasi yg menyebabkan adanya gap antara Quad dan Workshop, jadinya jarang akur tuh. L.
Lembaga ini menrbitkan majalah Quad, malajalah ilmiah elektroteknik yg telah memiliki ISSN dari LIPI. Nama Quad sendiri diambil dari nama jenis antena, dan yg mengusulkan nama ini adalah Pak Chairuzzaini yg menjadi pembina abadi Quad.
Pertama kali denger waktu semester 1, pas acara perkenalan dg lembaga kemahasiswaan. Waktu dengar orasi pengurus Quad , sempat bikin bangga juga, "Quad adalah majalah ilmiah elektroteknik tingkat nasional yg menjadi pesaing Elektron." (elektron adalah majalah bikinan elektro ITB dan sudah terkenal sejak dulu). Hehehe.. padahal aku tau kemudian bahwa ketika mas hira ngomong itu ternyata Quad format baru belum dicetak, dulu pernah ada tapi jarang2 terbit dan terakhir tahun 89. Jadi cuman bual aja tuh orang.
Tapi omongan itu tetep aku inget dan aku camkan sbg Visi Organisasi Quad yg layak juga untuk diwujudkan.
Baru 2 tahun kemudian aku berkesempatan gabung di Quad. Ketika edisi 2 keluar th 94, aku kaget liat nama2 temenku udah ada disitu, eh ternyata nama mereka cuman pajangan aja, karena selama ini belon bantu apa2. Awal gabung dg Quad juga secara gak sengaja, ketika jadi panitia ospek ada satu acara dimana maba dikenalkan dg organisasi mhs di kampus, salah satunya adalah Quad. dan ketika menunggu giliran utk tampil itulah aku ngobrol dg Antok dan Satria yg udah jadi pengurusnya dan aku menawarkan diri untuk gabung.
Pertama masih sekedar bantu2 pemasaran edisi 2, maklumlah sbg ketua angkatan jadi ngurus juga distribusinya ke rekan2 yg lain. Makin sering ngobrol2 dg Antok akhirnya aku tau kondisi riil di Quad bahwa mereka sbnrnya kekurangan SDM yg mampu bekerja dibidang publishing. Jumlah pengurus yg banyak tidaklah berarti karena ternyata rata2 gak punya skill utk ngembangin Quad.
Mulai dari situ akhirnya aku berani ngasih ide dan masukan buat ngembangin majalah ini. Selain meluaskan pemasaran kita juga persiapan utk cetak edisi ke 3. Dan mulai edisi ini semua dikerjakan anak2 93, PU-nya masih Satria anak 92, tapi dia udah gak ngerjain apa2 lagi tinggal ttd doang. Teknisnya lebih banyak ditangani Antok, temen 93 yg jadi Pimred dan Iwan, 93 juga sbg Pimpinan Perusahaan.
Edisi 3 Quad
Ide pertamaku adalah bahwa Quad harus berani cari pemasang iklan, dan supaya orang mau pasang iklan di majalah kita, maka majalah tsb harus bagus, bermutu serta punya pasar yg luas. hmm.. dikit2 teori marketing aku pelajari juga lo.. setelah jungkir balik bikin proposal di kostnya Wahyu, (yup waktu itu kita belum punya ruangan sendiri), dan dg memanfaatkan pengalaman bikin proposal dulu, bahwa proposalpun harus dibuat semenarik mungkin, maka jadilah proposal penawaran iklan Quad yg lumayan bagus. Ini hasil kerjaan aku dan wahyu yg dibantu antok. (hmm kita ber-3 kompak banget waktu itu, aku bahkan ngajak mereka ikutan ke pimnas di sby juga).
Menawarkan proposal ke calon pemasang adalah tantangan tersendiri, harus pinter2 ngomong, jadi sales gitu lah. Dan aku ikut juga terjun ‘jual’ proposal kita, bareng dg antok, iwan. soalnya ini
kan
ideku dan aku yg ngasih saran bahwa pengantar proposal kudu rapih jgn keliatan kumel spt kalo ke kampus. jadi skalian ngasih contoh gitu lo.. J
Setelah jungkir balik dan muteb (muka tebel), akhirnya sukses dpt pemasang iklan, gak tanggung2 dia mau masang utk 1 halaman belakang. Waktu itu aku kasih tarif (yup, aku yg bikin tarifnya) satu juta utk halaman belakang full color, tapi kita kasih discount 25% jadinya cuman 750 rb. (biasa, ini mah taktik dagang.. :p ). Waktu itu pak John yg punya toko suplier komputer dan lembaga pendidikan -aku lupa namanya- yg pasang iklan disitu. Selain itu ada bbrp pemasang iklan kecil yg tarifnya sekitar 100 rb.
(belakangan aku sempat mikir2 juga kok orang itu mau banget ngedukung kita, ternyata selama ini dia sering terlibat dg elektro ub dan adalah rekanan Prof Budiono yg jadi salah satu pembina Quad)
Dg modal duit itulah kita bisa cetak edisi ke-3. Materi isi banyak diambil dari tulisan redaksi quad, macam wahyu, wiwid dan antok (again), ada bbrp dari dosen dan dari tugas akhir rekan2 senior. Dalam proses kreatif disain edisi 3 aku terlibat juga, bener2 all around deh, jadi lay-outer (penata letak) sekaligus editor, ngecek penulisan yg salah atau kurang bener, dan sbg ilustrator (bikin kover). (makanya akhirnya bisa jago pake aplikasi Corel Draw, Photoshop dan Page Maker). Cuman sayang aku belon bisa bikin tulisan buat materi isi.
Oia majalah kita ini adalah majalah ilmiah elektroteknik, so pasti isinya ilmiah semua, walau ada juga yg agak ringan, macam elektronika praktis gitu.
Setelah bekerja total selama hampir satu semester, akhirnya edisi 3 siap cetak, waktu itu kita pake percetakan di jl Gajayana, dg biaya cetak per majalah sekitar 1750 rupiah. Rasanya puas banget ketika majalah itu kelar, tapi kerjaan belon tuntas, skarang masalah paska produksi, yaitu distribusi dan pemasaran.
Waktu itu aku sempat gak sepakat juga dg harga jual yg hanya 2500, kecil amat untungnya kalo dibanding dg biaya produksi. Temen2 cuman ngitung dari ongkos cetak yg cuman 1750 itu aja dan gak ngitung bahwa kita udah keluar banyak utk pra poduksi, macam bea kertas, proposal, ongkos wira-wiri, dll. Tapi okelah katanya majalah mhs, takut gak laku kalo kemahalan.
Dari situ akhirnya aku tau juga proses distribusi ke toko2 buku. Kita nganter sendiri ke TB tersebut dan memakai sistem penjualan konsinyasi, artinya semacam penitipan penjualan, kita baru ngambil duitnya setelah majalah itu laku. Tapi ada juga bbrp TB yg berani bayar langsung, (dg cara itu, kalo gak laku yah resiko TB tsb), salah satunya adalah TB uranus di sby, mereka berani bayar langsung setiap kali kita kirim kesana sekitar 60 eks. Pengalamanku sih cuman ke TB Gramedia Malang dan TB Toga Mas mlg, utk luar
kota
tuh si Wiji ama Iwan dan Novan yg rajin.
Edisi 3 dicetak 700 lembar, dan sukses bisa tersebar 65% keluar, ke berbagai TB di jawa timur dan TB elvira di bdg. sisanya dijual ke dalam, ke mhs kita sendiri, dan utk maba kudu wajib beli. J pemaksaan juga sih namanya, tapi kalo bukan kita sendiri yg support lalu siapa donk?.
Fiuh.. pekerjaan yg cukup melelahkan tapi memuaskan, dan aku tetap memegang visi awal yg dulu aku dengar dari mas hira, bahwa Quad harus jadi majalah nasional dan bersaing dg Elektron. (ternyata segala macam bualannya waktu itu selalu aku ingat dan kalo pengen itu terwujud yah harus kita sendiri yg mewujudkannya, soalnya yg senior udah harus ganti dan mereka tidak memberi bekal skill apa2). Masuknya aku ke Quad dg ide2 dan pandangan yg jauh membuat rekan2 jadi bersemangat. Edisi 4 udah penasaran mo dikerjain aja ama Wahyu.
Edisi 4
Sukses edisi 3 membuat rekan2 antusias utk edisi 4, padahal kru kita sbnrnya sangat terbatas, orangnya itu2 aja, bahkan kita harus merangkap berbagai posisi. Untunglah akhirnya ada bbrp rekan 93 yg mo bergabung. Diantaranya di redaksi ada Yoyok dan Didik. CA dan Aschab di marketing dan Muslih dg kecepatan ngetiknya sbg editor.
Pekerjaan dimulai dg proposal iklan lagi, dan menurutku kita harus bisa hidup dari iklan, jgn bergantung pd hasil penjualan (ini prinsip majalah2 nasional lho..). Apalagi dlm dunia penerbitan spt ini, hasil penjualan baru bisa diambil bbrp bulan setelah kita titip di TB tsb.
Untuk bisa lebih menjaring iklan, kita harus punya produksi yg banyak dan distribusi yg luas. Utk produksi mengalami kendala dg biaya produksi, maklumlah modal pas2an. Tapi kali ini aku punya ide baru lagi, kenapa kita gak pinjem duit aja agar bisa meningkatkan produksi, apalagi aku yakin dg prospek bisnis ini.
(hmm.. prinsip dan metoda bisnis harus diterapkan disini, gak boleh pake manajemen kampus yg gak propesional, apalagi kita berhubungan dg pihak luar, be profesional, itu yg selalu aku katakan.)
Kita kemudian ngelobi pihak IOM (ikatan orang tua mhs) utk mau meminjamkan duit sekaligus bantu pra-sarana utk Quad. (itu karena aku tau workshop baru aja dapat bantuan 3 juta buat beli peralatan lab, nah Quad juga donk minta).
Singkat kata setelah melalui perjuangan yg cukup melelahkan akhirnya Pak Nur ketua IOM setuju utk meminjamkan duit ke Quad. Awalnya susah banget meyakinkan orang ini utk mau ngasih pinjaman, dia lebih setuju ngasih bantuan rutin ke Quad, sekitar 300 rb per edisi. tapi aku yakinkan bahwa kita cuman butuh modal awal yg cukup besar dan setelah itu kita bisa mandiri. Dg mengandalkan proposal yg bagus dan data2 penjulan yg lengkap, aku yakinkan bahwa kita punya prospek yg sangat baik. Beliau akhirnya setuju memberi pinjaman bea produksi 2.5 jt dan untuk komputer 2.5 jt, jadi total 5 jt, wah pdhl komputer itu maunya bantuan aja bukan pinjaman.
Sukses edisi 3 membuat kita dapat sebuah ruangan di ged Lab. baru elektro tepat disebelahnya workshop. Skarang dapat lagi bantuan komputer baru, wah makin maju aja nih Quad. Jadi skrg kerjanya bisa di kampus, ada ruangan dan ada komputer. (eh tapi ternyata kerja di rumah tuh lebih nyaman lo.. bisa lebih bebas berkreasi).
Ketika edisi 4 kelar cetak, aku mengusulkan utk memakai jasa distributor, seperti layaknya majalah2 lain, mereka tidak perlu repot mengirim majalahnya ke masing2 TB, cukup berurusan dg satu distributor yg akan menyalurkan majalah tsb. dan kalo ingin majalah kita terdistribusi nasional maka harus pake distributor nasional pula. Oia itu awalnya ketika aku sendiri yg membawa majalah kita ini utk di jual di jkt dan dari TB Gunung Agung aku diberi tahu utk sebaiknya menggunakan jasa distributor.
Jadinya keliling jkt utk nyari distributor, ada 3 alamat yg aku dapat dari Gunung Agung. Akhirnya kita kerjasama dg satu ditributor di jl pangeran jayakarta jkt, aku lupa namanya, waktu itu aku tinggalin 150 exp. Perjalananku ke jkt lumayan sukses, dpt distributor dan juga masuk ke TB Gramedia Matraman. hmm.. selain itu ada juga distributor di bdg yg langsung kirim
surat
ke kita dan menawarkan diri menjadi distributor wilayah bdg.
Satu kesalahan terbesar adalah, duit pinjaman yg 2,5 juta itu dihabiskan utk bea produksi edisi 4, shg kas kita kosong. salah aku juga sih tidak mencegah wahyu utk jgn menghabiskan semua uang itu. waktu itu cuman aku dan wahyu yg ada ditempat utk memutuskan berapa yg harus kita cetak. sementara dari iklan kita cuman dapat 500 rb dalam bentuk vouvher training. jadi bukan uang cash.
pemasaran dan distribusi mengalami peningkatan tetapi tidak diiringi dg pengecekan hasil penjualan yg rutin serta pengaturan penyimpanan hasil penjualan. uang hasil penjualan tersebar di bbrp orang dan tidak terpusat pd bendahara.
Cita2 Quad utk me’nasional udah mulai terwujud. tapi dari situlah salah satu awal dari titik jenuh kerja rekan2. Rapat pergantian pengurus akhirnya memutuskan Antok sbg PU menggantikan Satria, pdhl antok sendiri mengaku sudah jenuh dan ingin ‘istirahat’, tapi aku meyakinkan bahwa kita telah memulai dg baik dan potensi yg sudah ada sayang kalo tidak diteruskan. akhirnya antok bersedia dg dukungan penuh Wahyu sbg Pimred dan aku sebagai pemimpin perusahaan.
Proses rekruitmen pun dilakukan thd anak2 95 dan 96. banyak yg tertarik bergabung, sayang dlm perjalanan kepengurusan ini spirit yg dulu dimiliki anak2 93 sudah hilang, sementara anak2 baru tidak punya visi utk mengembangkan Quad. Pola kerja sama dulu sulit utk diwujudkan, antok mulai sibuk dg KKN bahkan kemudian praktek kerja di kalimantan (ini jatah akmal yg dikasih ke gue tapi akhirnya gue kasih lagi ke antok). Wahyu yg di kampus jarang kuliah juga udah kehilangan motivasi, sementara aku juga sibuk KKN.
Persiapan edisi 5 lebih banyak diserahkan ke anak2 baru, Asep 95 dan Boni 96 yg cukup aktif mengurusnya. tetapi karna dana hasil penjualan belum jelas brp jumlahnya sementara mereka juga gagal mencari pemasang iklan.
Waktu berjalan terus sementara rekan2 93 sudah harus terlibat dg KKN, PKN dan skripsi, maka Quad pun tak mampu menggeliat seperti dulu lagi. Fiuh.. ternyata tidak mudah mewariskan spirit, visi dan skill kpd anak2 baru itu. Dan rekan2 93 termasuk aku bukan pula pengurus yg baik karna tidak mampu menghasilkan personel yg baik.
Justru ketika aku menjadi Pemimpin Perusahaan, kinerja div. perusahaan tidak optimal. Ternyata lebih mudah sbg pekerja yg punya otoritas daripd sbg pimpinan. Ini pelajaran berharga, bahwa spirit yg kita miliki tidak mudah diwariskan kpd orang lain.
Edisi 5 akhirnya terbit th 98 tapi dg kualitas yg lebih jelek dari edisi sebelumnya, alasannya karna dana yg kurang dan karena memakai percetakan yg berbeda. banyak kesalahan editorial dan tata letak yg muncul. tapi terlepas dari segala kekurangannya itu, kita tetap harus bangga masih bisa menerbitkan majalah itu, dan sialnya ketika nama kita tertulis sbg Pimpinan teras-nya.
Akhirnya terbukti kata2 pak Nur ketua IOM dulu ketika kita melobi utk pinjaman dana, bahwa: "Majalah mahasiswa tidak bisa dibuat profesional karena bagaimana pun pengurusnya adalah mhs yg setiap saat harus berganti."
Aku harus mengakui itu, kata2 yg dulu selalu aku bantah dan bahwa kita akan bisa menjadi lembaga yg profesional, mandiri dan profitable. (bener pak, nasehat orang tua ternyata benar juga)
Anak2 baru menganggap pinjaman dana IOM sbg beban yg berat, dan tidak punya terobosan baru dlm mengatasi masalah finansial. dan masalah tidak hanya itu, distributor yg kita gunakan di jkt dan bdg, mokong gak pernah kirim hasil penjualan, dan rekan2 yg baru masih berharap kita yg mengurusnya pdhl kita udah gak punya waktu utk itu.
Pinjaman itu pun sempat jadi masalah buat aku, aku gak bisa Ujian Kompre (sidang skripsi) sebelum dpt persetujuan IOM, karena aku yg bertanggung jawab atas pinjaman itu dan gak boleh lulus sebelum utang itu dilunasi. wah gawat nih. untung saja Asep yg dipersiapkan sbg PU Quad bersedia sbg penanggung jawab alih atas utang tsb, karena walaupun atas nama organisasi tetapi harus ada individu yg tercatat sbg penanggung jawabnya.
Ruangan Quad yg memang sangat strategis, lebih banyak dipakai anak2 baru utk nongkrong atau ngerjain tugas. Sementara komputer kita sering eror. hmm.. kondisi yg sangat tidak kondusif utk berkreasi.
Agenda Lain
Selain proses produksi majalah, kegiatan lain di Quad al:
Buletin Sinkron
Selain bikin majalah kita juga menerbitkan buletin. setelah sekian lama vakum, Sinkron akhirnya bisa terbit berkat ide kreatif aku dan Bondan yg memanfaatkan kreatifitas Reni, Irma dan Boni, mereka anak2 96 tuh.
Reni yg tertarik liat Buletinnya anak Fikom UNAIR pengen bisa bikin spt itu. Setelah bbrp kali pertemuan antara kita ber-5, pengumpulan materi isi, proses layout oleh Boni, dan dana bantuan Bondan, jadilah Sinkron versi baru yg cool dan unique yg dibagikan gratis. Menggunakan kertas khusus warna coklat (apa ya namanya) yg diikat dg tali dari serat kayu (biasanya buat gelang) dan dicetak terbatas, kami me-launch buletin Sinkron edisi koleksi. Yup, karena ide awalnya bukan hanya menghidupkan lagi Sinkron tetapi utk membuat sesuatu yg bisa dikoleksi dan jadi kebanggan anak elektro juga. Bukan buletin yg abis dibaca lalu dibuang. J
Selanjutnya Sinkron dpt bantuan rutin dari Himpunan, dan selalu dicetak dlm edisi yg unik setiap 3 bulan, dan dijual seharga rp 500.
Sebagian besar format isinya adalah rancanganku, dg memakai prinsip2 "approach by media" yg selama ini aku pakai utk publishing di anak2 93. Misalnya daftar ultah anak2 elektro bulan itu, rubrik kirim salam, gosip seputar elektro. Intinya adalah bagaimana kita membuat mhs itu dihargai dan merasa memiliki kampusnya. Hanya dg sekedar menuliskan nama mereka dibuletin itu. People always need "appreciation".
Terakhir aku denger bahwa Sinkron masih rutin terbit, lebih lancar dibanding Quad, dan sempat jadi masalah antara Himpunan dan Quad ttg di lembaga mana sebenarnya Sinkron bernanung. Wah ini sih masalah klasik yg dijamanku dulu selalu aman2 aja, karena aku juga ikut HME dan Quad, jadi gak perlu ada sentimen organisasi. Nah ketika pengurus masing2 org. itu saling bersaing siapa yg paling menonjol maka terjadilah proses perebutan itu. (Quad ama Workshop dulu suka gitu juga, gak pernah sejalan, jalan sendiri2.. ughh coba kalo mau kerja sama pasti progressnya lebih bagus)
Pengalaman 3 tahun di Quad, banyak yg telah aku peroleh dan aku berikan. Mulai dari seorang yg cuman ikut2an, kemudian menjalani berbagai profesi sbg, Marketing, Editor, Lay-outer, Ilustrator, Advertising, sampai ke Pemimpin Perusahaan. Computer publishing skill, advertising method, prinsip2 marketing, proses publishing, sampai menjadi kreator buletin, adalah hal2 yg aku pelajari dan kembangkan di Quad. Moga2 aja Visi yg aku pegang dan selalu aku sampaikan pd pengurus baru dpt mereka pegang dan wujudkan kelak. "Quad jadi majalah ilmiah elektroteknik tk nasional".
JJJ
rajin mencatat.. pangkal banyak catatan
berikut catatan activities & achievements selama SD-S1
===============================================
SD XAVERIUS (1981-1986) & KRISTUS RAJA (1987)
===============================================
* Tim Bola SD XAV. Turnemen Bola Antar SD se-kec. (Juara IV)
* Turnamen Bola Liga Asrama Tantui (pernah Juara I)
* Lomba Tes 5 Bidang Studi (86)
* Juara I NEM SD (45.03)
====================================
SMPN I JAYAPURA UTARA (1987-1990)
====================================
* Paduan Suara Upacara tk propinsi di Mandala
* Lomba Vocal Grup Antar Kelas (IIIA - Juara I)
* Lomba Tari Yosim Pancar Antar Kelas (IIIA - Juara III)
* Lomba Aerobik Antar Kelas (IIIA)
* Tim Basket SMPN I pd Pertandingan Persahabatan dg SMP YPJ Tembagapura
* Lomba Lintas Alam Giriwana Rally (Juara II)
* Lomba Lintas Alam IRMA
* Tim Kec. Jayapura Utara Turnamen Sepakbola Piala KNPI
* Vocal Grup Medley Lagu Daerah, Perpisahan
* Bazar Ultah SMPN I, Jualan es degan and lainnya
* Juara I NEM SMP (53,32)
================================
SMANDA JAYAPURA (1990-1993)
================================
Science
* Juara Umum Kelas I
* Lomba Cerdas Cermat Kimia oleh UNCEN (Juara IV) <– 2x
* Lomba Cerdas Cermat Matematika by UNCEN (Juara III)
* Lomba Cerdas Cermat P4 se-kabupaten (Juara III)
* Rank II NEM SMA (54,74)
Sport
* Tim Basket SMANDA Turnamen Basket Antar SMA se-JPR (Juara III)
* Lomba Gerak Jalan Hut Golkar (IIFis1 - Juara I)
* Lomba Gerak Jalan Jasa Raharja
* Atlet Anggar Pelatda Jayapura
Music and Art
* SMANDA Band & Charitas Band, Apresiasi Seni SMANDA 92
* Musik dan Hiburan pd Halal Bi Halal Skolah (2x)
* Band pada Ekspo Pembangunan Irian Jaya (92)
* Band pada PESTA PELAJAR Jayapura 92
* Band pada Perpisahan Sekolah (92, 93)
* Kru Lomba Teater Pembauran (91, 92 - Juara II)
* Kru Lomba Puisi Modern (92 - Juara Favorit)
* Duet with Romy on Pameran SMAN 1
* Charitas Band ikutan main di Kapal Umsini.
Other
* Penataran OSIS tk Nasional di JKT (17-23 Des 1991)
* Anggota Kontingen PMR Jayapura ke Jumbara PMR di JKT (gagal berangkat)
* Sie Kesehatan berbagai Lomba Lintas Alam
* Petugas Kesehatan pd Upacara di Lap. Mandala
* Wakil SMANDA pd Temu Pelajar dg Siswa2 dari PNG
* Panitia Penataran P4 Siswa baru, 2x (92,93)
* Sie Dokumentasi Apresiasi Seni
* Panitia Penataran P4 Siswa Baru
* Ketua OSIS Smanda (91-92)
=================================================
TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BRAWIJAYA (1993-1998)
=================================================
Sport
With Electro 93:
* Juara I Sepakbola DET 94,95,96 (red, 2006: Juara bersama VOC: 2003,2004,2005)
* Juara II Sepakbola DET 97
* Juara III Sepakbola DET 98
* Juara II Basket DET 94,95,96
* Juara I Voli DET 94,95,96,97,98,99!,2000!
* Juara II Sepakbola PIOS 95,97,98
* Juara I Sepakbola PIOS 96
* Juara I Voli PIOS 95,97
* Juara II Voli PIOS 96
* Juara II Basket PIOS 95,97
* Juara II Turnemen Sepakbola Piala HKGB
* Pemain Pinjaman utk KMC Malang Turnemen Sepakbola Pemuda Pancasila
* Ikut PS Futbolix and PS GRISPER
* Mencetak 29 gol selama karir di Elektro
* Menang Tembak Pinalti Euro96-RCTI di Stadion Gajayana (dapet 50 ribu)
(PIOS : Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni, antar Jur di Fak.Teknik UB}
(DET : Dinamika ElektroTeknik, antar angkatan di elektro)
Science
* Juri Lomba Cerdas Cermat Elektronika & Komputer SMA se-JATIM (94,95,96)
* Peserta Pameran Karya Ilmiah PIMNAS IX ITS SBY, Maret 96
* Peserta Pameran Karya Ilmiah PIMNAS X Udayana-BALI (97, Juara I Pameran)
* Presenter Alat pd Seminar Gimenas 97
* Asisten Laboratorium Sistem Digital dan Komputer (95-98)
* Instruktur Training Komputer HME FT UB (94,95,96)
* Anggota Workshop Divisi Komputer
* Bikin program untuk Tugas Akhir dan Pameran : SCANNER, PABX Digital,
Dot Matrik Display, Parkir Automatik, IC-PAL Programmer, dll
Organization
* Ketua Angkatan Elektro 93 UB
* Pengurus HME FT UB, (94-95)
* Humas Senat FT UB, (95-96)
* Sekretaris Umum Workshop HME FT UB (96-97)
* Marketing majalah Quad (95-97)
* Pimpinan Perusahaan LPMI Quad (97-98)
* Advertise Unitas Band Unibraw (95-97)
* Ketua Panitia DET 95
Entertainment
* Band pada PIOS 93 (with CAMPUS6)
* Peserta Festival Band Rock Musin Hujan (95)
* Panitia (advertise) Kharisma Music Brawijaya 95,96
* Panitia (PR and ticketing) Gebyar Musik FT with DEWA19
* Lomba Paduan Suara Piala Rektor 7 antar Fak (93 - Juara 2)
* Lomba Paduan Suara Piala Rektor 8 antar Fak (95 - Juara 4)
* Official LPSPR 9, (96 - Juara III)
* Penyiar Radio TEUB-FM
* Kameraman & Reporter STTV (Songo Telu Television)
* Reporter pada rekaman Temu Alumni 95
* Band bareng dosen pd Halal-Bi-Halal FT UB dan TEMU ALUMNI 98
* Keyboard pd Temu Alumni 98 (with Evi)
* Band pada MusiCafe HME-FT (96,97)
* Ikutan ngisi di Cafe Musikane Griyashanta
(bareng Evi, Noku, udin, ndok, dan Monang)
* Wawancara TVRI SBY Paket HASTA KARYA, Super Giga Bass
* Panitia A-Mild Music Live with: NETRAL, FATHUR, KLA PROJECT
* Nonton konsernya : RSD, JAMRUD, GIGI, KLA, INDRA LESMANA,
SURFACE, COLOR ME BADD
Publishing
* Editor, Layout, dan Ilustrator majalah Quad
* Penggagas & Pengarah Buletin Sinkron HME-FT-UB
* Advertiser for all of E’93 activities
PANITIA
* OSPEK 94,95,96
* KEMAH KERJA MAHASISWA BARU, 94,95,96
* TABLIGH AKBAR 95 (with GUS-DUR)
* PIJAR CAHAYA RAMADHAN 94 (with-BINTANG PAMUNGKAS)
* CELKOM DET 94,95
* Pameran DET 95
* Dekor & Domumentasi Wisuda Okt 94
* Sie Acara Temu Alumni 95
————————————–o0o————————————–
" Semua harus di tulis, apapun…., jangan takut tidak di baca atau tidak di terima penerbit. Yang penting tulis, tulis, dan tulis, suatu saat pasti berguna". Pramoedya Ananta Toer. Ini kutipan yang aku ambil dari email Ienha di milis Noge, soalnya belon pernah juga baca sendiri tulisan PAT itu. Dan memang bener, kalo pengen nulis ya nulis ajah, gak peduli ntar ada yg mau baca atau gak. Pengalaman hidup sehari-hari adalah sejarah, apapun itu, layak untuk didokumentasikan. Dan aku punya banyak catatan2 lama yg dulu pernah ditulis dan sekarang tersimpan di harddsik komputer lama. Gak ada salahnya catatan2 itu aku muat di blog ini, sebagai salah satu usaha menyimpan jejak-jejak digital-ku. Bukan untuk maksud pamer atau narsis atau apalah.. yang pasti suatu saat nanti catatan2 ini gak akan sia-sia ditulis.. Selamat membaca..
berikut ini adalah tulisan saya beberapa waktu lalu yg terinspirasi cerita2 dari dosen2 di ruang lobby jurusan. Just for fun..
MATI KETAWA CARA DTE
Dasar Teknik Elektro (DTE) adalah salah satu mata kuliah di teknik elektro unibraw yang kebetulan menjadi “momok” bagi para mahasiswa. Tercatat lebih dari 50% mahasiswa harus menempuh kuliah ini lebih dari satu kali alias tidak lulus pada kesempatan pertama J Berikut kumpulan cerita-cerita lucu dan unik seputar kejadian yang berhubungan dengan DTE yang kami kumpulkan dari hasil sharing dengan dosen DTE maupun yang beredar di kalangan mahasiswa. Kumpulan cerita ini kami beri judul ‘MATI KETAWA CARA DTE’ yang merupakan bagian dari ‘MATI KETAWA CARA ELEKTRO-UB’.
SIAP MENTAL
Sudah merupakan kebiasaan pak Chairuzzaini setiap selesai ujian maka beliau akan menempelkan jawaban dari soal-soal ujian pada papan pengumuman. Kejadian lucu (dan memprihatinkan) ini terjadi ketika salah seorang mahasiswa peserta kuliah DTE mengetahui kalau pak Chairuz baru aja menempelkan jawaban tersebut. Mahasiswa tersebut sebut saja si Andi, segera menghampiri kerumunan teman-temannya yang sedang nongkrong sambil berseru: “rek, jawaban DTE wes dipasang lho!”
“Wah, iyo tha.nang endi dipasang?.” jawab temen-temennya serempak
“iku lho nang koco ruang kuliah ngarep” balas si Andi
tiba-tiba salah seorang temennya nyeletuk dengan nada yang pesimistis sambil nyengir dengan manyunnya: “wes siap tha ndhelok’e rek?”.
…
oalah ternyata melihat jawaban soal saja perlu persiapan mental, karena harus siap-siap (dan udah yakin sendiri sih) bahwa jawaban yang dipasang tersebut pasti berbeda dengan jawaban ujian yang dikerjakan mereka waktu ujian alias salah semua! J
JAGO MERUBAH SOAL
Kemampuan mahasiswa saat ini terkadang perlu diacungi jempol juga. Biasanya sih jawaban si mahasiswa yang salah atau kurang tepat dengan yang dimaksudkan pada soal. Tapi ada kejadian menarik yang ditemukan pada lembaran jawaban DTE salah satu mahasiswa. Dari gambar rangkaian pada soal yang digambarkan ulang pada lembar jawaban dan proses perhitungan yang dilakukan mahasiswa tersebut ternyata benar 100%, tetapi kok hasil akhirnya tidak sama dengan jawaban yang dipunyai dosen. Selidik punya selidik ternyata gambar rangkaian dan langkah penyelesaian yang dibuat sama persis dengan yang diminta pada soal ujian tetapi angka/nilai parameter yang ada pada soal tersebut tidak sama dengan yang dikerjakan mahasiswa tersebut pada lembar jawabannya. Ternyata si mahasiswa ini telah sukses merubah soal sesuai keinginannya tanpa sepengetahuan dan seijin dosennya.
Pak chairuz hanya bisa membathin: “Makanya dek kalo belajar itu jangan menghapal soal dan kunci jawabannya aja tapi pahami permasalahannya, lha gambar rangkaian pada soal latihan dan ujian sama tapi angkanya diganti, tapi kok bisa jawaban ujian sama dengan jawaban latihan. Soal ujiannya anda rubah sendiri jadi seperti soal latihan.?.”
…
Hehe.. itu namanya jago ngapalin soal dan kunci jawaban latihan pak..! Jadinya gak sadar kalo angka-angka pada latihan dan ujian berbeda J
KEPANJANGAN DTE
Mungkin karena selalu menjadi ‘momok’ bagi kebanyakan mahasiswa elektro, maka muncul guyonan tentang arti kepanjangan dari singkatan DTE yang berkembang di kalangan mahasiswa.
DTE = Diapa-apakno Tetep E (diapa-apain juga tetep dapet E)
DTE = Diulang yo Tetep E
DTE = D Tidak ya E (kalo gak dapet D ya dapet E)
Taken From Report’s Foreword
We would like to express our sincere gratitude to all of JICA and program organizers and staff both in Indonesia and in Japan (Prof. Hiranaka Eiji, Ms. Widi, Mr. Inoue, Mr. Masatoyo Kubo, Ms. Ono Yasuko) and all the staff and lecturer both in Kitakyushu and Saga (Mr. Mitsutake – Saga International Office). The training preparation and all the introduction to Japan classes was excellent in taking us into deeper understanding of Japan, its people, economy, culture, and educational system. The visit to the Kokura High School and the Ikebana course was a memorable experience. The facility in JICA center in Kitakyushu is excellent in making us closer to other participants, such as the sport center and audio room for karaoke.
Especially to Prof. Kohei Arai and all the professors and lecturer which have provided us with the material, we would also like to express our great appreciation. The site visit to the companies was very useful in giving us insight and motivation to make our own system at home works better and more efficient. Facilities at Saga Netcom, NIME, Yokohama National University, Kitakyushu NICT and JGN were some of the most inspiring place in which we learn about the implementation of the theory and advancement of the Internet application in higher education and research.
This 4 weeks program can be concluded as a wonderful experience of the mixture of the Japanese culture of handwork and persistence to deliver the best in every aspect of the work and the notion of innovation. Once again we would like to thank the hospitality of everybody related to this program, which had made our program a wonderful experience. We wish the motto of JICA “For the better future for all” can be turn into reality by the foundation of friendship and understanding among all parties which has been established during this 4 weeks training. Last but not least once again we appreciate the hospitality of the Saga University and Saga Prefectural Government for hosting us during this training.
Saga, 21 October 2005
Jaka Sembiring (Bandung Institute of Technology, Bandung)
Riri Fitri Sari (University of Indonesia, Depok)
Gene Hendfried Meyer Kapantow (Sam Ratulangi University, Manado)
Fajri Jakfar (Syah Kuala University, Aceh)
Sutarman (University of North Sumatra, Medan)
Herman Tolle (Brawijaya University, Malang)
Mustarum Musaruddin (Haluoleo University, Kendari)
Parikesit Pampang (Padjadjaran University, Bandung)
Uuf Brajawidagda (Batam Polytechnic, Batam)
Subandi (Banjarmasin Polytechnic, Banjarmasin)
Naresworo Nugroho (Bogor Agricultural University, Bogor)
Adam Pamudji Rahardjo (Gadjah Mada University, Jogjakarta)
Marhaban Ya Ramadhan…
Awal puasa ramadhan tahun ini harus dijalani di negri yang minoritas muslim.
Ramadan @ Japan, sebuah pengalaman baru, but so far so good lah.. kebetulan saya bersama tim yang sebagian besar muslim, jd kita bisa mengarrange untuk melaksanakan buka puasa, sahur dan sholat Teraweh bareng, bakan Sholat Jumat pun dilaksanakan sendiri, apalagi ada pak Fajri dr Aceh yg bisa jadi Khotib
Nikmat puasa sedikit terasa berkurang dengan jauh dari keluarga, jauh dr suasana ramadhan di rumah dan tentu saja tidak ada makanan berbuka dan shahur buatan istri tercinta.
Semoga Allah masih memberikan kekuatan bagi kita semua untuk beribadah dan semoga dosa2 kita dibersihkan selama bulan puasa ini.
Wassalaam